Tembang Macapat

 


Saya termasuk orang yang menyukai hal-hal penuh warna.

Maka, ketika saya mendapat tugas membuat mind map tembang macapat, saya menghiasnya dengan warna-warni.

Omong-omong, Tembang Macapat itu apa, sih?

Jadi, Tembang Macapat adalah salah satu seni sastra berupa tembang tradisional Jawa yang macamnya ada 11, antara lain Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanthi, Asmarandana, Gambuh, Dhandhanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan Pucung. Tembang-tembang tersebut berurutan dan urutannya bermakna perjalanan manusia ketika masih di dalam kandungan sampai meninggal.

Ketika Guru Bahasa Jawa, Pak Ryan menjelaskan materi Tembang Macapat saya sempat memfoto powerpoint dan ada satu yang melekat di kepala saya.

Yap, Tembang Durma. Tembang Durma memiliki urutan setelah Dhandhanggula. Dhandhanggula bermakna kehidupan manusia yang sudah mapan, sukses, dan bahagia. Setelahnya, Durma bermakna ketika kita sudah sukses dan bahagia, kita jangan pernah lupa untuk berbuat kebaikan dan menolong terhadap sesama.

Ini seolah menjadi pesan untuk kita semua, jangan pernah lelah menjadi orang baik ya, kawan-kawan!

Komentar